May Ilive: Realita dalam Mimpi Orang Lain
***
Dear May Ilive;
Kau yang selalu bersamaku. Tahu rentang waktu itu karena kita jalani bersama. Dulu aku ingin kau saja menggantikanku. Tapi setelah semuanya terlewati, rasanya aku bangga pada diriku sendiri dan nyaris melupakanmu. Tenang saja, tentangmu hanya kita yang tahu. Antara aku dan May Ilive saja.
Di sebuah mimpi.
Rasanya seperti menjalani mimpi orang lain. Padahal orang itu sudah bangun dan sibuk dengan dunia nyata. Terlalu sibuk sampai lupa dengan mimpi yang pernah singgah itu.
Sementara aku?
Terjebak, menjalani mimpi orang lain itu sebagai dunia nyataku selama empat tahun. Bahkan itu bukan mimpi lagi, itu jadi mimpi buruk yang nyata menghantui bahkan setelah sembilan tahun terbangun dan lunas menghidupi mimpi orang lain.

Tidak ada komentar