Sudah pernah nonton anime ini?
Banyakan pastilah belum, toh nuansanya gloomy-gloomy bosen bikin tidur gitu
kan? Anime dengan genre romance slice of life ini memang kurang atraktif di
genre-nya. Untuk menamatkan tontonan ini dan akhirnya bisa buat review, saya
juga butuh perjuangan panjang. Awalnya tertarik nonton dua episode, karena
begitu lambat sempat drop di episode delapan. Eh berhasil juga menamatkan
sampai ke dua belas. Peringatan dini: hati-hati mbok menemukan spoiler frontal
yaa. Oke langsung saja…
Segiempat Bermuda
Rikuo, si cowok MC, ga begitu
berambisi dalam hidup. Jadi dia ini tipe yang bisa dibilang menyebalkan kalau
dia beneran ada di dunia nyata. Lulus kuliah dia cuma kerja jadi kasir
minimarket, dan menjalani kehidupan mengenaskannya saja. Awalnya sih saya tidak
berpikir kalau Rikuo ini punya jiwa main chara [maafkan aku bang]…
Beruntunglah sebelum penonton pada
kabur, nongol si Nonaka Haru. Siapa dia? Dia juara saya. Si bocah SMA yang dropout gara-gara ketahuan kerja di bar.
Nah si Haru yang energik seolah melengkapi kepasrahan si Rikuo sebagai MC yang
kurang menggairahkan. Dia juga muncul sebagai tokoh yang unik, apalagi dengan
Kansuke, burung gagak kesayangannya. Haru terang-terangan menunjukkan rasa
sukanya ke Rikuo. Bahkan dia bilang mereka sudah bertemu sejak Rikuo masih
kuliah dan Haru menyimpan kenangan first impression itu dengan baik. Bisa
dibilang Rikuo mungkin cinta pertama Haru. Dan Haru sudah memendam selama lima
tahun sampai akhirnya berani terang-terangan menemui Rikuo. Wah saya langsung
berpikir inilah couple utamanya.
Lalu dimana konfliknya? Saya pikir
konflik masih jauh, eh ternyata langsung digebrak di episode awal. Setelah
Rikuo sedang ditempel Haru, datanglah Shinako, guru Haru yang juga teman kuliah
Rikuo. Bukan saja hanya teman, tapi bahkan Shinako ini pernah tolak cinta Rikuo
dulu. Sudah greget? Belum dong. Masih ada banyak.
Setelah di pairing dengan Haru di
awal, eh ditambah lagi pairing dengan Shinako. Saya pikir hanya akan berakhir
di segitiga bermuda ini layaknya anime romance lain. Ternyata ditambah satu
tokoh lagi yang membuat ini jadi segiempat bermuda. Dialah Rou, bocah SMA juga,
tapi suka sama si tante Shinako [padahal mereka satu SMA, sebagai murid dan
guru]
Sempat terpikir kenapa judulnya
Yesterday wo Utatte alias Sing Yesterday for Me. Itu karena premis utama yang
mendasari cerita memang berasal dari masa lalu. Premis ini berlaku untuk semua
tokohnya. Rikuo yang dulunya suka dan ditolak Shinako. Haru yang suka ke Rikuo
karena pertemuannya di lima tahun lalu. Shinako yang suka sama kakaknya Rou
sampai beliaunya meninggal. Lalu si Rou yang suka ke Shinako karena
perhatiannya yang tak putus bahkan setelah kakaknya tiada. Jadi, judul dengan
cerita sangat berkaitan. Nice!
![]() |
Segiempat Bermuda: Rou, Rikuo, Shinako, Haru |
MC Labil dan Ragu-Ragu
Positifnya adalah anime ini begitu
detail menggambarkan perasaan masing-masing tokoh dari keempatnya. Tentang
Rikuo pastilah dengan keragu-raguan atas semua pilihan di hidup. Shinako,
tentang belum move on dari almarhum kakak Rou tapi ga mau lepas dari Rikuo.
Tentang Haru adalah kesabarannya, dia menantang cinta pertama Rikuo loh. Lalu
Rou yang ingin diperhatikan lebih oleh Shinako dan lepas dari bayang-bayang
kakaknya.
Tapi sayangnya demi membuat semua
detail itu, anime-nya jadi terasa lambat dan bertele-tele. Semua pemikiran dari
keempat kepala ini membuatnya semakin runyam. Yang paling jelas adalah tentang
kurang tegasnya dua orang ini: Rikuo dan Shinako. Kalo Rikuo suka sama Shinako,
mbok ya langsung ijab qabul aja sono. Rikuo sepertinya cuma masih penasaran aja
dengan perasaan tertolaknya dulu. Jadi dia cuma pengin tau gimana rasanya
pacaran sama Shinako. Shinako juga labil banget sodara-sodara, sebagai
perempuan, dia juga harusnya tegas. Jangan kasih harapan ke banyak orang jika
memang cintanya dia ke orang yang sudah mati. Dia belum bisa move on dari
almarhum, salah pengertian dengan kebaikan Rikuo dan menganggapnya sebagai
pengganti. Tapi dia juga kasih harapan ke Rou, dia seolah jadi yang paling
mengerti bocah itu hingga akhirnya [dengan pemikiran bocahnya] Rou juga suka ke
Shinako. Jadi kalo memang duo MC ini saling suka dan beneran cinta, maka
ngapain mereka merahasiakan hubungan dari Haru juga Rou? Labil, kalian.
Bagaimana dengan duo yang
‘tersakiti’? Jujur, saya salut sama mereka berdua. Rasa suka dan benci yang
mereka luapkan itu benar-benar murni. Haru dan Rou sama-sama jujur dengan
perasaan suka mereka. Bahkan Haru dengan tegarnya bilang akan tetap berteman
dengan Rikuo yang jelas-jelas dia suka. Sedangkan Rou, dia selalu mencari
pembuktian diri supaya tidak lagi dianggap bocah oleh Shinako. Usaha duo bocah
ini sungguh patut diapresiasi. Sayangnya, kebanyakan episode hanya membahas
keraguan Rikuo dan Shinako saja. Rasanya ingin di-skip terus pas bagian mereka.
Sebenarnya membosankan, apalagi buat
saya yang tak biasa nonton genre beginian. Tapi ada hal yang membuat Yesterday
wo Utate ini bikin saya sangat penasaran. Hal itulah yang membuat saya bisa
bertahan untuk lanjut nonton sampai episode terakhir. Meskipun sempat drop di
tengah. Apakah itu?
Ja-jang… itu adalah endingnya.
Ending
Ada duo menyebalkan dan duo tersakiti,
nah bagaimana pairing akhirnya? Itulah yang menarik. Saya pikir, udahlah Haru
jadian aja sama si Rou daripada terus nyesek kalo nungguin Rikuo. Ih… beneran
loh saya ikut nyesek, tiap kali Haru nunggu Rikuo eh si sompret itu malah lagi
nganter Shinako pulang. Shinako itu terlalu arghh,
tak tahulah. Lalu Rikuo berlayar dengan Shinako, menghasilkan couple labil
kuadrat. Di episode sebelas-dua belas sudah berjalan seperti itu. Sebelum
akhirnya mencapai klimaks.
~DI BAWAH INI ADALAH SPOILER~
LANJUTKAN?
*
*
*
*
*
[Selamat kamu memang pemberani, hehehe]
Ketika Rikuo tanya ke Shinako,
seperti apa hubungan mereka sebenarnya? Ketika mereka udah pacaran, tapi ga ada
yang berkesan. Rikuo gak enak karena merasa bersalah telah menyakiti Haru yang
setia. Shinako juga akhirnya sadar semua jurus PHP yang telah dia berikan ke
Rou. Saat pertanyaan itu terlontar, buseeet, saya langsung tepuk lantai
bersorak-sorai gembira.
Saya terharu dengan keputusan Rikuo yang memilih untuk kembali ditolak Shinako. Dia berlari menuju Haru dan disambut dengan pukulan tepat di perut. Haru emang keren! Cinta pertama Rikuo pada Shinako kandas hanya sebatas teman. Selamat untuk neng Haru, cinta pertamanya berlayar dengan layar terkembang. Terharu.
![]() |
One Punch Haru, hehe |
![]() |
Pertemuan pertama Haru-Rikuo |
Oke itu dia sekelumit pemikiran saya tentang anime Yesterday wo Utatte. Jadi, maaf karena saya sudah menghilangkan alasan anda untuk nonton ini. Meskipun lambat, cukup menarik dan bikin perasaan naik turun dari bahagia, gemes, gregetan, pengin makan orang, dan akhirnya terharu. Trims sudah mampir dan baca kerandoman ini.
P.S: Belum mau lagi nonton genre romance, hehehe
pengin makan shinako
BalasHapusrambut.nya kayak ... mayushii desu
BalasHapus